Minggu, 24 Oktober 2010

INGGRIS PERTENGAHAN

Salah satu prosa Inggris terkenal di Abad Pertengahan adalah Morte D’Arthur (Arthur’s Death) ditulis oleh Sir thomas Malory. Karena saat itu merupakan tahun-tahun kekerasan sebelum dan selama Wars of the Roses, hal tersebut membuat Malory menjadi seorang tokoh yang keras. Beberapa kali ia dijebloskan ke penjara. Setidaknya sebagian dari Morte D’Arthur di dalam penjara. Prosa karya Malory mampu menceritakan sebuah cerita secara langsung (sebagian dari ”King Arthur is badly Wounded” terlampir).

Sedikit demi sedikit bersamaan dengan sastra roman, dari sekitar tahun 1200, beberapa karya religious muncul, sebagian besar karya tersebut dinamakan literature only by excersise of great courtesy. Dari sebagian besar karya religious, setidaknya terdapat dua penulis yang secara permanent bertahan; yang pertama karena pengaruh besarnya dan yang kedua karena menghasilkan karya sastra terkenal yang menyumbangkan pandangan sastra baru di Inggris. Penulis tersebut adalah Wycliff dan William Langland.
Karya satra Wycliff yang menjadikannya sebagai ”Father of English Prose” merupakan terjemahan Injil pada abad ke-14. Wycliff sendiri juga menerjemahkan gospel dan Kitab Perjanjian Baru. Yang mengejutkan adalah Wycliff tidak dibakar hidup-hidup karena mengkritik dan menyerang praktek-praktek agama di Inggris. Setelah dia meninggal dan dikuburkan, tulangnya kembali digali dan dibuang ke aliran Sungai Avon (yang mengalir ke sungai Severn).
The Avon to the Severn runs,
The Severn to the sea,
And Wycliff dust shall spread abroad,
Wide as the water be.

Kesalahan Wycliff di mata Gereja adalah ketidaksetujuannya atas berbagai dogma agama dan kritik pedasnya terhadap kehidupan dilingkungan gereja. Kontribusinya terhadap Kesusasteraan Inggris adalah sebuah terjemahan langsung kitab Injil ke dalam Bahasa Inggris yang memungkinkan orang membaca dan menginterpretasikan sendiri makna yang ada di dalam kitab Injil. Karena latar belakangnya yang tidak berpendidikan tinggi, Injil Wycliff ditandai dengan gaya yang langsung dan sederhana dan menggunakan acuan bahasa sehari-hari. Hampir semua Kitab Perjanjian baru adalah hasil terjemahannya.
William Langland adalah nama besar kedua sehubungan dengan karya sastra relegius pada masa ini. Drama Inggris pertama menceritakan kisah-kisah relegius dan ditampilkan di dalam atau di dekat gereja. Beberapa peristiwa sejarah keagamaan memang merupakan subyek yang sesuai pementasan drama. Drama-drama sejenis ini disebut ”Miracles” atau ”Mystery Plays”.
Subyek drama berjenis Miracles ini sangat bervariasi seperti the disobidience of Adama and Eve, Noah and the Great Flood; Abraham and Isaac; peristiwa-peristiwa dalam kehidupan Kristus atau yang lainnya. Drama-drama tersebut diperankan atau dimainkan oleh orang-orang kota di atas sebuah panggung yang diberi roda yang dinamakan pegeant. Panggung ini terus bergerak dari kota ke kota untuk melakukan pementasan.
Walaupun Miracles merupakan drama serius dan religius, tetapi justru Drama Komedi Inggris lahir di dalamnya.
GEOFREY CHAUCHER, 1340-1400
Geofrey Chaucer dikenal sebagai the father of the Middle English poet. Dibandingkan dengan karya sastra Inggris kuno, karya Chaucer dapat dideteksi dengan menggunakan kacamata pembaca moderen, walaupun konjugasi kata kerjanya secara jelas mencerminkan the Germanic inflection.
Chaucer juga dikenal dengan the father of English poetry, walaupun banyak penulis-penulis puisi yang hebat yang lahir sebelum dia. Bahasa yang digunakan Chaucer banyak mengalami perubahan dalam kurun waktu 700 tahun setelah Beowulf dan lebih mudah membaca karya Chaucer daripada membaca karya sastra zaman Inggris kuno. Karya terbesar Chaucer adalah the Canterbury Tales.
PERIODE SETELAH CHAUCER
Kesusasteraan Inggris setelah meninggalnya Chaucer (1400) mengalami penurunan yang sangat drastic. Tak satupun pujangga yang muncul pada masa ini, tak satupun penulis prosa yang muncul untuk dinikmati karyanya dengan senang hati hingga saat ini.
Penemuan yang sangat penting pada masa ini adalah ditemukannya ”percetakan”. William Caxton (1422-1490) mendirikan penerbitan di London, dekat dengan Westminster Abbey tahun 1476. Dia lahir di Kent sekitar tahun 1422 dan mencetak hampir seratur karya sastra, dimana yang sebagiannya juga merupakan terjemahan dirinya. Terjemahannya mampu menempatkan dirinya dalam dunia sastra Inggris sekaligus dalam sejarah percetakan. Salah satu karya sastra yang dicetak oleh Caxton adalah Morte D’Arthur oleh Sir Thomas Malory.
Hadirnya percetakan penerbitan merupakan salah satu bukti bahwa sebuah gerakan baru yang dinamakan Renaissance (New Birth) telah memasuki tanah Inggris. Gerakan baru yang dimulai dari Italia pada awal abad ke-14 menyebar ke seluruh Eropa bagian barat selama kurang lebih dua abad kemudian.
Tak ada satu sumber yang menyebutkan tanggal pasti munculnya gerakan Renaissance. Beberapa orang beranggapan bahwa Chaucer dan Wycliff sama benarnya dengan pemikiran Luther dan Spencer. Yang lainnya beranggapan bahwa Dante (1265-1321) sebagai orang pertama yang menunjukkan perubahan pemikiran dan aspirasi manusia. Penulis Inggris pertama yang mendapat julukan sebagai figur Renaissance adalah Sir Thomas Wyatt dan Earl of Surrey. Wyatt dianggap telah memperkenalkan Sonnet yang dikembangkan oleh Petrarch di Italia ke dalam puisi Inggris. Wyatt mengadopsi subyek puisi Italia sekaligus bentuknya. Hampir semua puisinya berhubungan dengan tema cinta.
Sementara Surrey menulis beberapa Sonet untuk menghargai karya-karya Wyatt. Karena ia memperkenalkan Blank Verse ke dalam sastra Inggris dan karena kehadirannya yang kadang-kadang begitu naturalistik membuat ia menempati tempat tertinggi diantara para penulis Renaissance di Inggris.
DAMPAK TIDAK LANGSUNG DARI ITALIA
Italia tidak hanya memberikan dampak seperti pada penjelasan di atas, tetapi juga memberikan dampak dengan cara yang lain terhadap perkembangan Renaissance di Inggris. Pada saat jatuhnya Constantinople pada tahun 1453, para cendikiawan dan ilmuwan Yunani pindah ke Italia dengan segudang manuscript pengetahuan yang sangat berharga, dimana pertamakalinya Barat secara langsung berhubungan dengan Bahasa dan sastra Yunani. Para pelajar Italia secara langsung juga berhubungan dan belajar dengan pelajar atau ilmuwan Yunani yang mengunjungi Italia dan untuk pertama kalinya pada tahun 1500 bahasa Yunani dipelajari di Oxford University.
PERIODE TRANSISI
Periode ini adalah masa diantara runtuhnya kejayaan Chaucer dan masa awal kebangkitan intelektual untuk menuju masa Elizabeth (the Age of Elizabeth). Selama kurang lebih satu setengah abad setelah masa Chaucer tak satupun karya sastra yang muncul dan standar umum karya sastra pada masa ini sangat rendah. Ada tiga penyebab utama terjadinya hal tersebut yaitu:
1) Perang berkepanjangan dengan Perancis dan the Civil Wars of Roses mengalihkan perhatian masyarakat dari buku dan puisi, dan juga telah menghancurkan keluarga terhormat Inggris yang telah menjadi sahabat dan patron sastra Inggris.
2) Reformasi pada periode selanjutnya telah memenuhi benak orang-orang dengan permasalahan-permasalahan Agama.
3) Munculnya kembali proses belajar yang membentuk para pelajar dan para sastrawan untuk lebih mempelajari sastra klasik daripada menciptakan karya sastra yang baru dan orisinil.
Secara kesejarahan masa ini ditandai dengan perkembangan intelektual (intellectual progress) seperti diperkenalkannya mesin percetakan, penemuan benua Amerika, awal munculnya reformasi dan tumbuhnya kekuatan politik diantara rakyat awam atau rakyat biasa.
Banyak penjiplak Chaucer muncul setelah kematiannya pada tahun 1400, tetapi hanya sedikit saja yang menarik perhatian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar